Mempercepat Build Time Aplikasi Android pada IDE Android Studio 2.1

Bismillah,

Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba menulis bagaimana cara mempercepat build time aplikasi Android pada IDE Android Studio 2.1.

Pengembangan aplikasi Android semenjak berpindah menggunakan gradle, semakin besar proyek yang dikembangkan semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses build aplikasi. Beberapa hal yang disarankan untuk mempercepat performa build time yang dipaparkan di video ini sudah dilakukan, seperti:

  • mengaktifkan daemon Gradle
  • memperbesar ukuran memory yang digunakan oleh Gradle
  • menggunakan build tools versi paling mutakhir

Continue reading “Mempercepat Build Time Aplikasi Android pada IDE Android Studio 2.1”

Memulai Pengembangan Aplikasi Android

Bismillah,

Setelah lama tidak menulis di blog ini, insya Allah saya akan mencoba menulis mengenai pengembangan aplikasi Android. Saya sendiri masih belajar untuk mengembangkan aplikasi di Android. Sehingga selain sebagai catatan untuk diri saya sendiri, semoga juga bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Android Lollipop

Apa itu Android? Android merupakan sistem operasi (yang pada awalnya dikembangkan) untuk perangkat bergerak paling populer di dunia (saat tulisan ini dibuat) yang source code-nya terbuka dan dikembangkan oleh Google. Di laman resmi pengembang Android,berikut definisinya:

Android, the world’s most popular mobile platform

Android powers hundreds of millions of mobile devices in more than 190 countries around the world. It’s the largest installed base of any mobile platform and growing fast—every day another million users power up their Android devices for the first time and start looking for apps, games, and other digital content.

Android gives you a world-class platform for creating apps and games for Android users everywhere, as well as an open marketplace for distributing to them instantly.

Untuk sejarah Android, dapat dilihat di pranala ini.
Continue reading “Memulai Pengembangan Aplikasi Android”

A New Episode : Migrating to UNIX world

Bismillah,

sudah lama tidak sempat mengunjungi dan mengisi blog teknis saya ini karena hal ini dan itu. Mumpung ingat, sekadar mampir dan posting sebuah artikel sajalah walaupun tidak penting sama sekali. Status masih belum banyak berubah, masih sebagai mahasiswa tingkat akhir yang sedang berjuang demi kemerdekaan dari kampus tempat mengasah kemampuan dan menimba ilmu. *mumpung masih suasana dirgahayu Republik Indonesia* Continue reading “A New Episode : Migrating to UNIX world”

Tugas KI: kunci tugas steganografi

bismillah,

entah mengapa selalu terlupa untuk mengirimkan bagaimana cara membaca steganografi yang saya sisipkan pada artikel saya ini. Yaitu berupa gambar sebagai berikut:

gambar tersebut merupakan hasil dari emoticon plurk dengan tulisan sebagai berikut:

: – ((unsure)(lmao)(idiot)(annoyed)(head_spin) (dance)(idiot)(blush)(applause)(thinking)(angry)(lonely): – ((annoyed)(ninja)

cara penulisan emoticon tersebut memiliki makna tersembunyi yaitu :

kuliah dibatalkan

cara membacanya adalah dengan mengambil huruf pertama dari setiap emoticon kecuali : – ( yang mirip huruf K.

sekian postingan kali ini.

Tugas KI: Sniffing paket data facebook menggunakan wireshark

Bismillah,

pada postingan kali ini akan membahas tentang bagaimana cara melakukan sniffing paket data situs jejaring facebook yang keluar masuk dari perangkat komputer yang digunakan untuk mengakses situs jejaring sosial tersebut. postingan ini berisi jawaban dari tugas yang diberikan pada mata kuliah Keamanan Informasi dengan soal sebagai berikut:

Anda diminta untuk menggunakan program sniffer (penyadap) seperti wireshark, tcpdump, atau sejenisnya untuk melakukan salah satu dari hal di bawah ini:

  1. mengukur jumlah data yang digunakan untuk membuka satu sesi gmail atau facebook;
  2. memantau serangan dari port scanning yang dilakukan dengan menggunakan program nmap.

Untuk yang (1) yang disebut satu sesi adalah login, membaca sebuah email (atau menulis sebuah email), kemudian logout. Jangan lupa program sniffer diset agar *semua* data ditangkap. Biasanya default dari program sniffer hanya menangkap header saja. Tujuan utamanya adalah untuk menghitung jumlah data yang ditangkap.

Untuk (2) tujuannya adalah untuk melihat pola “serangan” port scanning yang dilakukan oleh nmap. Apakah dia melakukan scanning dengan menguji port secara berurutan?

Continue reading “Tugas KI: Sniffing paket data facebook menggunakan wireshark”

Cron pada CentOS 5.4

Bismillah,

Pada postingan kali ini saya akan berbicara tentang cron atau autotask pada sistem operasi CentOS 5.4. Akhir-akhir ini terpaksa bermain dengan yang namanya barang-barang pinguin a.k.a Linux lagi, kalau bukan karena kerjaan juga nggak mau sih sebenarnya (susah juga nyari VPS bagus dan murah yang memberi opsi sistem operasi FreeBSD, rata-rata ngasih opsinya kalau nggak pinguin ya jendela :D). Saya jadi agak tidak suka mainan barang-barang pinguin ini, gara-gara nggak standar dan setiap distro berbeda confignya lah, ini lah, itu lah capek sendiri ngapalinnya😀 masih lebih enak mengurus mesin server yang sistem operasinya menggunakan FreeBSD atau Microsoft Windows Server🙂. Continue reading “Cron pada CentOS 5.4”

Tugas Keamanan Informasi : Self-generating Code

Bismillah,

Pada postingan kali ini, kembali ditujukan untuk pengerjaan tugas kuliah Keamanan Informasi. Pada tugas kali ini, deskripsinya adalah sebagai berikut:

Tugas Anda adalah membuat self-generating code seperti yang ada di paper Ken Thompson, Reflections on Trusting Trust. Bahasa pemrograman bebas.

Untuk pengerjaan tugas ini saya akan mencoba menulis Self-generating Code menggunakan bahasa perl.kodenya kurang lebih sebagai berikut:

#!/usr/local/bin/perl
$a='#!/usr/local/bin/perl%c$a=%c%s%c;printf($a,10,39,$a,39,10);%c';printf($a,10,39,$a,39,10);

Langsung saja penjelasan dimulai dari instruksi terakhir, yaitu printf($a,10,39,$a,39,10);. Perintah ini mencetak argumen kedua dan seterusnya menggunakan format yang didapat dari argumen pertama yang berupa sebuah string. Pada contoh ini, format yang digunakan berasal dari variabel string $a, yaitu

'#!/usr/local/bin/perl%c$a=%c%s%c;printf($a,10,39,$a,39,10);%c'

. Dengan printf(), substring-substring %c selanjutnya digantikan oleh argumen yang bersesuaian dalam format karakter, sedangkan %s dengan format string. Dengan demikian, setiap %c dalam variabel $a akan digantikan oleh karakter yang memiliki kode ascii bersesuaian dengan 39 dan 10, dan %s akan digantikan oleh isi dari variabel $a itu sendiri.Maka output program di atas adalah:

#!/usr/local/bin/perl
$a=’#!/usr/local/bin/perl%c$a=%c%s%c;printf($a,10,39,$a,39,10);%c’;printf($a,10,39,$a,39,10);

yang menghasilkan dengan kode awal.

sekian postingan kali ini.