REN di Indonesia

bismillah,

posting kali ini sedikit banyak berbicara uneg-uneg tentang REN di Indonesia. REN yang saya maksud pada tulisan ini itu apa sih? REN yang saya maksud pada tulisan ini adalah Research and Education Network. Sebuah jaringan yang tujuan penggunaannya dalam bidang riset dan pendidikan. Berbicara tentang REN sendiri sejujurnya saya belum memiliki kemampuan yang cukup, namun dari pengetahuan dan pengamatan saya sejauh ini REN di Indonesia masih cukup jauh tertinggal.

Dari segi infrastruktur sendiri saja REN di Indonesia masih kalah jauh dengan negara Thailand. Di negara Thailand, setiap universitas di kota terhubung dengan koneksi REN yang memiliki bandwidth sekitar 1-10 Gbps. Sedangkan di Indonesia? koneksi REN antar universitas dengan bandwidth 1Gbps pun masih susah, bahkan bisa di kata belum ada. Koneksi dengan beberapa universitas ada yang masih menggunakan bandwidth relatif kecil 1Mbps, 2 Mbps itupun kadang juga bukan jalur REN tetapi melalui jalur internet. Kenapa seperti itu? Karena, mungkin menurut saya salah satu alasannya, pembangunan di Indonesia belumlah merata. Sehingga, medium untuk mengkoneksikan universitas-universitas tersebut bermacam-macam, ada yang menggunakan kabel fiber optic (dengan kemampuan yang berbeda-beda), adapula yang baru bisa menggunakan teknologi satelit sebagai mediumnya. Ya, tak dapat dipungkiri bahwa memang biaya yang dibutuhkan untuk menyediakan infrastruktur dengan kemampuan seperti yang dimiliki, contohnya, Thailand bukan lah sesuatu yang ringan dan murah.

TEIN 3 REN image
TEIN 3 REN image

Tapi, dilihat dari benefit yang dapat dirasakan dengan adanya REN tersebut sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Dengan adanya bandwidth selebar itu, komunikasi jarak jauh dapat dilakukan dengan leluasa yang berakibat dapat dilakukannya kelas/kuliah jarak jauh tanpa adanya gangguan kualitas dikarenakan kurangnya bandwidth yang berimbas pada kualitas gambar dan suara dari kegiatan kuliah jarak jauh tersebut. Acara -acara kegiatan yang melibatkan antar universitas di Indonesia dapat diselenggarakan dengan mudah. Rapat pejabat antar universitas atau dengan pihak-pihak lain dapat cukup dilaksanakan di daerah masing-masing tanpa harus bertemu di suatu tempat tertentu dengan menggunakan teknologi video conference, hal ini dapat menghemat pengeluaran biaya, waktu, dan waktu untuk transportasi ke daerah lain. Kerjasama riset komputasi paralel melalui jaringan dengan grid atau cloud mungkin juga dapat dilakukan karena lebarnya bandwidth yang ada.

Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar proyek yang bernama `PALAPA ring` yang akan menyambungkan jaringan di seluruh Indonesia. Berikut sedikit gambaran dari proyek ini:

Palapa Ring adalah suatu proyek pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau sebanyak 33 provinsi, 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia dengan total panjang kabel laut mencapai 35.280 kilometer, dan kabel di daratan adalah sejauh 21.807 kilometer.

(sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Palapa_Ring)

Namun, sayangnya proyek ini masih belum selesai juga walaupun sudah cukup lama proyek ini diusulkan. Dengan adanya proyek ini, ada kemungkinan dapat menekan biaya internet di Indonesia, memperlebar bandwidth koneksi lokal di Indonesia, mendorong penyediaan konten lokal Indonesia, ataupun dapat digunakan sebagai koneksi REN di Indonesia. Dan proyek ini ditargetkan akan selesai pada tahun 2013.

Yah, sebagai warga negara ini saya hanya bisa berharap bahwa proyek ini akan dapat berlangsung sukses dan dapat diselesaikan tepat waktu. Dan dengan adanya palapa ring ini dapat memajukan teknologi yang ada di Indonesia ini, sehingga kita tidak kalah bersaing dalam bidang teknologi setidaknya dengan negara-negara tetangga kita sendiri.

Walau sebenarnya Indonesia sendiri sudah memiliki 2 REN, yaitu Jardiknas dan INHERENT. INHERENT ini merupakan REN di tingkat universitas, sedangkan Jardiknas pada tingkat di bawahnya. Namun, ya seperti yang saya ceritakan di awal tulisan ini, belum meratanya infrastruktur jaringan di Indonesia, dan beberapa hal lainnya (dalam hal ini INHERENT, karena saya pribadi kurang mengerti kondisi Jardiknas seperti apa). Untuk konektivitas dengan REN luar negeri Indonesia terkoneksi melalui TEIN 3 yang terkoneksi pada INHERENT dan ITB. Sebelum TEIN 3, Indonesia terkoneksi REN dengan TEIN 2 dan AIII Jepang yang terkoneksi pada jaringan ITB. Saat ini pihak ITB sendiri masih bekerja sama dengan pihak AIII Jepang dalam pelaksanaan beberapa kuliah jarak jauh.

Ya intinya hanya bisa berharap kemajuan teknologi pada infrastruktur jaringan ini dapat menjadikan negeri Indonesia ini menjadi lebih baik, bukan malah sebaliknya yang terjadi. Berharap pengelolaannya semakin baik dari waktu ke waktu, sehingga manfaat yang dapat dirasakan menjadi lebih banyak dan berguna serta merata di seluruh negeri ini.

sekian postingan saya kali ini. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s